Cara Belajar Albert Einstein

BELAJAR = BERMAIN = BELAJAR

MENGHAFAL bukan BELAJAR & BELAJAR bukan MENHAFAL

itulah  inti sari Rumus Belajar dari Albert Einstein.

Ia selalu belajar bersama anaknya sambil membuat permainan ala anak-anak, misalnya kapal-kapalan layar, Balon Air, Balon Udara,  gasing putar, lempar batu ke air, mencampur warna dan mengaduknya, membuat pesawat dari kertas, bermain perahu dayung, bemain gelembung sabun, dan banyak lagi.

Dari sana Einstein selalu bertanya pada anaknya mengapa ini bisa terjadi?

mengapa yg ini kok bisa gagal?

bagaimana ini bisa bekerja dan tidak bekerja dengan baik dan bagaimana kita bisa memperbaikinya?

Anaknya akan sangat semangat sekali menjawab dan terkadang berdebat untuk saling mempertahankan argumennya, dan Einstein sangat senang sekali apa bila di debat oleh anaknya. Ramailah proses belajar ala Einstein ini jadinya. Melalui permainan itulah Einstein mengajari anaknya tentang hukum kecepatan, percepatan, hukum gaya berat, pergerakan, dan semua hukum-hukum fisika dari alam semesta. Belum pernah Einstein mengajari anaknya sambil duduk, menulis di buku dan serius.  Ia selalu mengajari anaknya kapan saja dan dimana saja, dan salah satu favorit mereka adalah “belajar/bermain” di pinggir danau. Eintein selalu bercanda2 dengan anaknya, tertawa, tergelak bersama anaknya saat mereka sedang belajar. Einstein hampir tidak bisa memisahkan Belajar dari bermain dan bermain dari belajar.

Einstein sangat mencintai ilmu pengetahuan sekaligus juga mencintai ke dua anaknya, dengan cara belajar ala Einstein tersebut, anaknya pun jadi sangat mencintai apa yg namanya ILMU PENGETAHUAN DAN ‘BELAJAR, ya “BELAJAR YG SESUNGGUHNYA”.

Tapi saat ini rupanya rumus Einstein tersebut  sudah di anggap kadaluarsa dan tidak berlaku lagi, Rumus belajar yg di anut SEKOLAH dan Para Orang Tua saat ini telah di ganti  menjadi:

“BERMAIN bukan BELAJAR & BELAJAR tidak boleh sambil BERMAIN”

MENGHAFAL = BELAJAR &  BELAJAR = MENGHAFAL

Mungkin itulah mengapa kita hingga saat ini belum berhasil melahirkan manusia jenius sekaliber Albert Einstein. Mari kita renungkan bersama.

Categories: Other", Tips" | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Komentar Sobat..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: